Ini adalah sosok sutradara dan animator film Animasi ‘Merah Putih: One For All’ yang sedang viral, dengan anggaran biaya sebesar Rp6,7 miliar!
– Figur sutradara dan animator film Animasi ‘Merah Putih: One For All’yang tengah viral di media sosial.
Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-80, terdapat sebuah film animasi bertajuk Merah Putih One for Allmenjadi perbincangan publik.
Film yang berlangsung selama 70 menit mengangkat topik semangat nasionalisme dan persatuan, tetapi tidak lepas dari kritik netizen.
Khususnya mengenai kualitas animasi film “Merah Putih: One For All” yang dinilai tidak menunjukkan kualitas yang memadai.
Tokoh sutradara film Merah Putih: One For All’ kini menjadi pertanyaan bagi para pengguna internet.
Dilahirkan oleh Endiarto dan Bintang Takari, keduanya juga sekaligus menjabat sebagai penulis naskah skenario untuk film Merah Putih One For All ini.
Tidak banyak data yang tersedia tentang sutradara Endiarto, tetapi ia dikenal memiliki gelar SH atau Sarjana Hukum.
Endiarto berperan sebagai produser eksekutif, merupakan inisiator utama di balik pembuatan film ini.
Sementara Bintang Takari memainkan peran penting sebagai animator di balik sentuhan pada visual film ini yang kualitasnya kemudian menjadi topik pembicaraan.
Kedua individu tersebut juga dikritik karena belum cukup dikenal dalam dunia perfilman tanah air.
Selain itu, film ini dibuat dalam waktu kurang dari dua bulan, tepatnya pada bulan Juni 2025, dan telah didistribusikan sejak awal Agustus.
Film ini menyajikan kisah pahlawan yang melibatkan delapan anak dari berbagai latar belakang budaya di Indonesia.
Dimulai dari Betawi, Papua, Medan, Tegal, Jawa Tengah, Makassar, Manado, sampai Tionghoa.
Mereka menjadi bagian dari “Tim Merah Putih” dengan tugas menjaga bendera pusaka yang akan dikibarkan dalam perayaan 17 Agustus.
Namun, tiga hari sebelum perayaan kemerdekaan, bendera itu menghilang secara aneh.
Tokoh-tokoh muda ini kemudian memulai petualangan menarik melewati hutan dan sungai guna mencari kembali simbol suci negara tersebut.
Selama perjalanan mereka, tidak hanya menghadapi tantangan alam, tetapi juga harus mengatasi konflik internal dan perbedaan budaya di antara sesama.
Film ini menyampaikan pesan bahwa keragaman merupakan kekuatan utama dalam mencapai tujuan bersama, khususnya dalam menghargai nilai-nilai nasional.
Dibuat oleh perusahaan produksi Perfiki Kreasindo, yang merupakan bagian dari Yayasan Pusat Perfilman H. Usmar Ismail, film ini menjadi proyek pertama yang dipromosikan oleh studio tersebut.
Sutradara film ini ialah Toto Soegriwo, sementara Sonny Pudjisasono dan Endiarto bertindak sebagai produser eksekutif.
Menariknya, akun Instagram @perfiki.tv lebih sering membagikan aktivitas di luar dunia film, seperti ajang Pemilihan Putri Asuransi Indonesia, yang menunjukkan bahwa studio ini belum memiliki pengalaman panjang dalam industri film animasi.
Merah Putih One for All akan dirilis di bioskop seluruh Indonesia mulai tanggal 14 Agustus 2025. Cinema XXI telah memastikan pemutaran film tersebut.
Dan berdasarkan data dari website perfiki.com, terdapat penawaran tiket dengan harga Rp17.000 khusus pada tanggal 17 Agustus 2025.
Namun, setelah mendapat banyak kritik dari publik, situs resmi Perfiki dilaporkan tidak bisa diakses saat berita ini ditulis pada 10 Agustus 2025.
(/Talitha)