Perpisahan Shin Tae-yong dengan Ulsan HD
Shin Tae-yong, pelatih asal Korea Selatan, resmi dipecat oleh Ulsan HD pada Kamis (9/10/2025). Keputusan ini diambil meskipun STY baru saja melatih tim selama dua bulan. Pemecatan ini menimbulkan berbagai spekulasi, termasuk isu masalah komunikasi antara pelatih dan pemain.
Menurut pernyataan resmi dari klub, alasan utamanya adalah gaya komunikasi Shin Tae-yong yang dianggap kuno. Diklaim bahwa pelatih tersebut tidak mampu mengendalikan ruang ganti dan bahkan disebut menyerang pemain secara verbal maupun fisik.
Namun, Shin Tae-yong membantah tudingan ini. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menyerang atau mengumpat pemainnya. Menurutnya, filosofi sepak bolanya adalah “tidak mengumpat atau menyerang pemain”. Ia juga menyebut gaya kepemimpinannya sebagai “kepemimpinan ala kakak”.
Pengalaman Shin Tae-yong di Timnas Indonesia
Selama menjabat sebagai pelatih Timnas Indonesia dari 2019 hingga 2025, Shin Tae-yong pernah terlihat menjewer telinga Marselino Ferdinan dan Rizky Ridho. Meski tindakan itu terkesan kasar, ia memastikan bahwa hal tersebut dilakukan dalam suasana bercanda.
“Saya suka menggoda dan bercanda dengan pemain, bahkan dengan mereka yang belum saya kenal. Itu cara saya untuk dekat,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa saat pertama kali tiba di Ulsan HD, ia menggoda beberapa pemain karena merasa agak canggung. Namun, ia menegaskan bahwa niatnya hanya untuk menciptakan suasana yang positif.
Penjelasan Shin Tae-yong tentang Komunikasi
Shin Tae-yong menyatakan bahwa dirinya bukanlah orang yang suka mengeluarkan kata-kata kasar di ruang ganti. Ia menegaskan bahwa jika ia sering mengumpat karena emosi, maka ia tidak akan menjadi pelatih.
“Jika saya sering mengumpat karena emosi, saya tidak akan menjadi pelatih, dan saya tidak akan pernah melakukannya di masa depan,” katanya.
Namun, ada seorang pemain yang melaporkan ke klub bahwa pelatih sering mengumpat dan melakukan kekerasan. Saat Shin Tae-yong menanyakan hal tersebut langsung kepada pemain tersebut, sang pemain terkejut dan berkata, “Saya?” sambil menyangkal bahwa ia pernah melakukan hal seperti itu.
“Pemain itu adalah murid saya. Kami tidak hanya berbagi hari ulang tahun, tetapi juga sering berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari,” tambah Shin Tae-yong.
Kesimpulan
Meski dipecat oleh Ulsan HD, Shin Tae-yong tetap mempertahankan prinsipnya dalam berkomunikasi dengan pemain. Ia berharap bisa kembali bekerja dengan tim lain dan terus mengembangkan gaya kepemimpinannya yang penuh kasih dan bercanda.