KILAS KLATEN – Anime horor terbaru Netflix,The Summer Hikaru Died, kembali menyajikan momen penuh ketegangan di episode 6 yang baru saja ditayangkan.

Setelah sebelumnya mengambil jeda, episode ini memperdalam penjelasan mengenai tokoh “Hikaru” dan bagaimana Yoshiki Tsujinaka menghabiskan harinya bersama seseorang yang mirip dengan sahabatnya yang telah meninggal.

Di tengah alur cerita yang telah mencapai pertengahan, hubungan antara Yoshiki dan “Hikaru” kembali diuji.

Episode 6 ini menyajikan momen yang menarik sekaligus penuh risiko ketika mereka mengadakan acara bermalam bersama Asako Yamagishi, Yuuki Tadakoro, dan Yuuta Maki di rumah “Hikaru”.

Namun, kebahagiaan itu berubah menjadi ketegangan ketika Asako mulai mencurigai perubahan “Hikaru” sejak ia kembali dari pegunungan.

Keraguan ini nyaris membuat “Hikaru” bertindak kasar terhadap Asako sebelum Yoshiki berhasil mencegahnya.

Meskipun episode ini tidak terlalu memperluas dunia cerita atau mengungkap misteri utama,The Summer Hikaru Diedepisode keenam menyajikan tekanan emosional yang sangat kuat.

“Hikaru” yang jelas bukan makhluk manusia, menunjukkan ketidakmampuannya memahami makna hidup dan kematian, bahkan cenderung tidak menghiraukan akibat dari tindakannya.

Ini menimbulkan kekhawatiran bahwa “Hikaru” mungkin saja mengancam siapa pun agar bisa mempertahankan hubungannya dengan Yoshiki.

Persoalan ini juga membuat Yoshiki meragukan keyakinannya dan perasaannya terhadap “Hikaru”.

Sayangnya, penyelesaian konflik pada akhir episode terasa terlalu cepat dan sederhana, bahkan dalam waktu kurang dari lima menit setelah episode selesai, Yoshiki sudah kembali ke rumah “Hikaru” dalam adegan post-credit.

Saat ini terasa membahagiakan, namun juga mengurangi ketegangan dan memberikan kesempatan yang sempurna untuk cliffhanger.

Salah satu poin utama dari episode ini adalah tokoh Asako Yamagishi.

Selain memberikan nuansa berbeda melalui interaksi antar tokoh utama, episode ini mengungkap bahwa Asako memiliki kemampuan khusus dalam melihat hantu dan kehidupan setelah kematian.

Fakta ini memperkaya narasi dan memperjelas sifat “Hikaru” yang tampaknya masih seperti bayi yang baru saja masuk ke dunia baru, belum mengerti konsep kemanusiaan.

Dari segi animasi, episode ini tetap mempertahankan kualitas yang telah dikenal, menyajikan suasana kota kecil yang tenang namun penuh dengan rahasia di dekat pegunungan yang dikabarkan berhantu.

Meskipun tidak terdapat adegan aksi yang spektakuler, kombinasi gambar-gambar mimpi buruk dan pengeditan yang canggih mampu menyampaikan perasaan takut yang sangat menguras, khususnya pada bagian akhir episode.

Namun, keterbatasan animasi seperti gerakan karakter yang terkadang kaku dan pengambilan sudut kamera yang tidak berubah masih terlihat jelas.

Ini tidak mengurangi pengalaman menonton, tetapi bisa terasa kurang optimal ketika dibandingkan dengan momen-momen horor yang lebih kuat.

Pada akhirnya, episode 6 The Summer Hikaru Diedberhasil menyajikan keseimbangan antara kehidupan sehari-hari yang tenang dan ketakutan yang mengintai di baliknya.

Namun demikian, penutupan cerita yang terlalu cepat dan mudah membuat suasana gelap serta ketegangan yang sempat diciptakan terasa sedikit berkurang.

Episode ini tetap layak ditonton oleh penggemar anime horor yang sedang mencari cerita yang berbeda dengan sentuhan supernatural dan konflik emosional yang mendalam.